Lestarikan Tradisi, Liak Squad dan Seniman Amatir Gelar Lomba Tapel, Sketsa, dan Ogoh-ogoh Mini “Langguana Citta” di Denpasar

0
lomba tapel dan ogoh-ogoh mini

Lomba Tapel, Sketsa dan Ogoh-ogoh mini bertajuk “Langguana Citta”. (Balilemuh.id)

DENPASAR, Balilemuh.id– Liak Squad berkolaborasi dengan Seniman Amatir menggelar Lomba Tapel, Sketsa dan Ogoh-ogoh mini bertajuk “Langguana Citta”. Lomba ini digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (24-25/10/2026) berlokasi di  Graha Yowana Suci, Denpasar.

Lomba pada hari pertama, Sabtu (24/10/2026) yakni lomba Ogoh-ogoh mini tarung bebas, Tapel ogoh-ogoh mini umum, tapel ogoh-ogoh umum style tradisional Bali dan sketsa ogoh-ogoh dengan total peserta 67 peserta. Rinciannya tapel umum 29 peserta, tapel tradisi 6 peserta, ogoh-ogoh mini 14 peserta dan sketsa sebanyak 16 peserta. Lomba hari pertama dinilai oleh tiga dewan juri yakni Ida Bagus Asmara Wirata( Gus Aji Cenk), I Made Sugiantara (Cong De), dan I Putu Arif Suciawan (Arif Lelonk).

Kemudian untuk hari kedua, Minggu (25/10/2026) dilangsungkan lomba tapel ogoh-ogoh dan ogoh-ogoh mini kategori SD dan SMP (pisah) dengan total 59 peserta. Penilaian lomba dihari kedua menghadirkan tiga Dewan juri yakni  Wahyu Saputra (Weredo), Tegar Mahesa, dan I Made Windu Pramana (Windu S.A). Acara yang berlangsung selama dua hari ini dipandu langsung oleh master of ceremony (MC) kondang Dede Pranata alias Bli WMD.

I Gede Gana Palguna Winayaka selaku Ketua Panitia mengucapkan terima kasih menyempatkan dan mengikuti event Langguana Citta.  “Saya berharap teman-teman (peserta) bisa mempresentasikan, menyajikan karya terbaik, semoga apa yang diharapkan bisa tercapai pada perlombaan kali ini,” jelasnya.

Salah satu Dewan Juri I Made Sugiantara mengakui ia sejatinya berkecimpung di dunia ogoh-ogoh sudah dari tahun 1990-an. Bahkan, ia juga sangat bangga melihat perkembangan dunia ogoh-ogoh sudah berkembang sangat pesat.  “Sekarang saya lihat ogoh-ogoh perkembangannya sudah sangat pesat sekali dibandingkan zaman saya. Mulai dari segi bahan, teknik dan semuanya itu sudah sangat berkembang sekali,” ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan I Putu Arif Suciawan mengakui sangat luar biasa perkembangan dunia tapel ogoh-ogoh saat ini. Mulai bahan, teknik dan lain sebagainya sudah sangat berkembang.  “Kami sangat mengapresiasi lomba ini yang sudah terselenggara sangat meriah, istilahnya pengadaan wadah lomba ini. Apalagi sekarang sudah ada wadah untuk tapel tradisional Bali, itu sangat saya apresiasi, biar kita tidak lupa dengan akar tradisi, ” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *